Entri Populer

Minggu, 27 November 2011

Buat Sahabat

Kala…
Raga gontai  langkah tertatih
Angan kosong mimpi menepi
Kau ada…memapah rapuh langkah kaki
Menyapa niscaya menyambut pagi
Kala…
Beban bimbang menyesak dada
Hingga kata-kata yang ada tak mampu bersuara
Kau ada…mengalirkan do’a- do’a
Mengurai bahasa maknai kata-kata
Kala…
Duka menyapa kalbu
Air mata menetes hampa
Kau ada…menghapus nestapaku
Mengalun senandung nada
Hangati  jiwa…dengan senyumu
Kala…
Bahagia menjelma dalam duka
Hati tertawa… semarak canda
Kau pun ada…berbagi suka
Membawa asa menggapai cita
Menyapa teduh penuh pesona
Kala…
Akan ku sandarkan  letih saat ku rapuh
Akan ku nanti saat ku sepi
Akan ku nikmati ceria bersama saat bahagia 
Akan kusimpan dan jaga di sudut hati yg lain (andai saja ada)

Senin, 14 November 2011

AKU DAN KESENDIRIAN

ketika aku sendiri aku bersandar pada keterbatasan...
ketika aku termenung dalam dilema aku butuh cahaya...
saat sepiku ku duduk terpojok dalam sudut kesendirian...
aku hanya bisa menatap dalam gelap saat semua menjauh,
saat semua rapuh,
saat semua runtuh...
adakah jalan tuk keluar dari semua ini???
akankah ku bisa berpijak pada jejak-jejak yang menapak???
mungkinkah ku bisa berjalan tanpa tertatih???
semua tanya jawabnya hanya satu, apakah aku???
otakku enggan berpikir saat semua terasa sempit,
saat semua terasa menghimpit dalam kesendirian ku terjepit...
ku hanya butuh secercah harapan dari titik-titik cahaya kesendirian agar ku bisa melangkah dalam kebebasan walu dalam kesederhanaan...
sendiri ku berharap, sendiri ku menatap, dalam celah-celah mimpi yang sunyi tanpa ku dan kesendirian...
semua anganku ku jadikan satu dan ku gubah jadi satu kalimat bernama"ku ingin harapanku hidup tuk kedua kali"....

Minggu, 06 November 2011

KOTA

Terdampar ku di ingar bingar malam minggu
Dikota kecil yang dulu teramat lugu
Lalu lalang orang tak menentu
Tua muda cantik jelek
Lelaki wanita
Bertemu jadi satu
Entahlah apa yang diburu

Tersesat ku di huru hara ini
Ku rindu kota yang dulu
gembira ria kan hati
Ku rindu kota yang dulu
Penuh nur ilahi
 

 aku masih bingung ini jaman
Haruskah ku dikamar sendirian
 jaman edan telah datang haruskah ku senang
kapan?

Minggu, 02 Oktober 2011

PENANTIAN

tak ku rasa……..
hingga saat ini ku masih menunggu.
tak ku rasa………..
hati ini menepatkanmu sebagai satu-satunya cinta yang ada saat ini.

tak ku rasa…..
ini bukan seperti diriku yang dulu…….
cintaku kini hanya terpaku pada satu hati…..
padamu yang tak tau entah kapan awalnya hadir di hidupku.

sungguhkah dirimu yang aku tunggu
sebagai cinta terakhirku….

Sabtu, 01 Oktober 2011

RINDUKU


Rinduku adalah ketabahan matahari
yang rela memberi tempat bagi rembulan
di saat senja menjemput malam

Merengkuh Malam

andai bisa kurengkuh malam bersamamu
bibir ini pasti takkan berhenti untuk bercerita
tentang hari hariku….

tentang sepi….
tentang galau dan gundah yang kulalui tanpamu
andai bisa kurengkuh malam bersamamu
akan kudengar tiap-tiap lantun kata yang keluar dari manis bibirmu
yang kisahkan beban dihatimu

tentang sedih….
tentang bahagia….
dan tentang perjuangmu yang bergumul dengan waktu
ndai bisa kurengkuh malam bersamamu
akan kurangkaikan puisi untuk merayumu

seperti pujangga yang akan merangkai bintang-bintang
menjadikanya bunga sebagai persembahan cinta
andai bisa kurengkuh malam bersamamu
akan kudendangkan dongeng pengantar tidurmu

tentang kancil atau tentang laela dg majnunnya
andai bisa kurengkuh malam bersamamu
andai bisa kurengkuh setiap malam hingga penghujung nafasku
b e r s a m a k a m u . . . . .

Minggu, 18 September 2011

RUMAHKU BATU

Beratus tahun lagi, mungkin rumahku akan tetap
sebuah batu, lantai lantai lumpur membenamkan
kaki-kaki kami yang telanang dan sakit.
mulut-mulut kami diganjal meja-meja tulis yang
mengatur tangan-tangan diborgol.
pikiran dibuka buat ladang bunga: keindahan
sebagai frangiala!
sungai diseberangkan lewat pintu-pintu
matahari digantungkan pada atap-atap: kepongahan
tak akan lumer. dengan lumpur sebagai lantai
yang disimpannya.
orang-orang pintar mencatat huruf-huruf
dalam batin kita.
orang-orang pintar mencatat syair-syair sakit
dalam otak kita
orang-orang pintar mengetiknya
pada melembung angin, menempelnya pada
perut kenyang mereka.
rumahku: akan tetap sebuah batu.